Wednesday, November 21, 2018

AKU PERGI KARENA KAMU TIDAK MEMINTA AKU UNTUK TINGGAL DAN BERTAHAN ? ? ?

'Aku pergi karena kamu tidak meminta aku untuk tinggal dan bertahan' atau mungkin lebih sering kita dengar 'I left because you don't asked me to stay' adalah perkataan yang cukup menusuk diberikan kepada orang yang tidak menghargai usaha kita. Hmm.. tapi apakah benar seperti itu?

Menurut saya, bukan pernyataan disuruh tetap tinggal atau permintaan disuruh bertahan yang jadi masalah. Melainkan ego dan rasa nyaman.

Jika kita ingin seseorang untuk tetap tinggal, bukan hanya dengan kata-kata permohonan, kita juga akan membuat dia merasa nyaman dan aman ada di dekat kita. Kita akan memberikan ini dan itu kepadanya.

Kebalikannya, jika kita tidak butuh dia danmerasa bahwa masih banyak orang yang dapat menggantikannya, maka kita akan bersikap ala sekedar saja, B aja, mainstream. Nah, di sini, bila dia merasa sudah berusaha sekuat tenaga, namun ditanggapi biasa saja atau justru tidak dihargai, maka timbullah 'I left because you don't asked me to stay'. Dia merasa sia-sia sudah usahanya.

Padahal merasa dihargai atau tidak itu adalah masalah ekspektasi, harapan, asumsi, persepsi, dan sudut pandang. Seseorang dapat memandang dan menganggap dirinya sebagai seorang yang telah berjasa. Entah memang benar berjasa atau tidak, haynya dia yang tahu. Seseorang dapat merasa dirinya telah berkorban. Benar berkorban atau tidaknya hanya dia yang tahu. Dia bisa saja mengeluarkan sedikit uang namun seudah merasa berkorban banyak. Namun dia juga mengeluarkan uang banyak dan menyisakan sedikit untuk dirinya sendiri namun tetap merasa pengorbanaannya hampir tidak ada. Inilah yang dinamakan persepsi, anggapan, yang berbeda tergantung bagaimana kita memandang dan menyikapai suatu hal.

Tentang ekspektasi yah lain cerita lagi. Ketika dia sudah merasa berjasa, maka ia akan mengharapkan dan menghaylkan bahwa orang-orang akan menyanjungnya, memujinya, dan berterimakasih padanya. Namun jika kenyataannya orang-orang tidak adaberterimakasih padanya, tidak ada perlakuan spesial, maka timbullah rasa benci dan rasa tidak dihargai.

Hal ini dapat terjadi pada siapapun. Setiap orang memiliki ego yang berbeda-beda. Situasi dan kondisi tertentu yang berbeda juga dapat mempengaruhi ego seseorang. Oleh karena itu, diperlukan empati, yaitu mau mencoba peduli dan membayangkan menempatkan diri kita di posisi seseorang.

Terakhir, yang mau disampaikan adalah penting untuk 'feed someone's ego' atau memberi makan ego seseorang. Contohnya bisasaja dengan pujian sederhana. Hal-hal seperti ini dapat menghindarkan konflik pada pertemanan atau lingkungan.

Demikian.. Mauliate..

No comments:

Post a Comment