Wednesday, November 21, 2018

Anak Muda Suka Bisnis Calon Entrepreneur di TOBA ENTREPRENEURSHIP FESTIVAL (TEF) 2018 (brought to you by: Institut Teknologi Del , Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) , etc. )

TOBA ENTREPRENEURSHIP FESTIVAL (TEF) 2018

THE BIGGEST ENTREPRENEURSHIP WEEKEND
IN
LAKE TOBA AREA

(brought to you by: Institut Teknologi Del , Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) , etc.  ) 

Ini nih yang ditungg-tunggu di TEF 2018. Business pitching dari para finalis! Let's check it out! mereka ngomongin apa sih?
1.    Tim Slation
Aplikasi Penyelia Pemandu Wisata Ketoba
Universitas Sumatera Utara, Medan

Prototype dari Aplikasi Penyelia Pemandu Wisata Ketoba dari Slation dapat diakses http://bit.ly/KeTobaUSU . Aplikasi Ketoba diharapkan mampu memudahkan Planning Trip dan Nooking Hotel Online. Tim ini terdiri dari Sarah Charisa Y P, Hanna Rabitha Hasni, dan Ilham Syahputra.

2.    Tim YU SEE
CY CRASH Pelet Tinggi Nutrisi
Insitut Pertanian Bogor, Bogor

Kalimat “Sampah tak selamanya tak bernilai, melainkan sampah adalah bisnis yang menjanjikan”, yang tertera pada slide, cukup mencuri perhatian penonton dan juri. Tim ini mencoba melakukan inovasi dengan Bio-Teknologi terhadap sampah organik, dan menjadikannya bisnis. Misalnya dengan magot kering, pellet kering, tepung maggot, POC dan POP. Tim ini terdiri dari Muhamad Yusuf dan Siti H. S.


3.    Tim Ketan
Bantu Tani
Institut Teknologi Del, Laguboti, Toba Samosir

Tim ini terdiri dari Chrisdio, Lestari Simangunsong, dan Rudi. Tim ini berusaha membantu petani lewat crowdfunding. Tim ini juga terinspirasi dari Tani Hub dan Tani Fund.



4.    Tim Koedetta
Toko Bergerak Olahan Nenas
Institut Teknologi Del, Laguboti, Toba Samosir

Tim ini terdiri dari Anju M. Silitonga, dan Devid Manurung. Fokus dari tim ini adalah mencari, membuat dan menjual berbagai produk olahan nenas dari Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Toba Samosir.

5.    Tim Eleizer
SMAGRO
Institut Teknologi Del, Laguboti, Toba Samosir

Tim ini terdiri dari Sulastri Hutajulu, Fredy Mordechai Marpaung, dan Sarah Panjaitan. Dari namanya, sudah dapat ditebak bahwa tim ini membawa tema dan permasalahan dari bidang agro.

6.    Tim Yafiza Team
KAKOTA Kampung Kopi Tradisional Dampit Solusi Cerdas Atasi Desa Tertinggal Sebagai Desa Pariwisata dengan Media
Universitas Brawijaya, Malang

7.    Tim Wanita Tangguh
On Care: Informasi Layanan Kesehatan dengan Bantuan GPS Near Me
Institut Teknologi Del, Laguboti, Toba Samosir




Tim ini terdiri dari Erika Pardede, Masta Siahaan, dan Grace Panjaitan. Tim ini mengangkat masalah kesenjangan jumlah tenaga medis antara kota dan desa pedalaman. Pengembangan di sektor pariwisata Danau Toba, juga terlihat menuntut adanya pertambahan jumlah tenaga medis, untuk menangani wisatawan dan tenaga kerja yang ada di Kawasan Danau Toba. Selain sebagai aplikasi panggilan darurat, On Care juga terinspirasi dari ALODOKTER, Doctor Assist, dan Halodoc.

8.    Tim Mothers Pray
My Toba Assistant: Apps assistant perjalanan wisata Danau Toba
Universitas Sumatera Utara, Medan


Bagi tim ini, beberapa peluang yang ada di pariwisata Danau Toba antara lain membangun rasa nyaman dan percaya, penyediaan informasi seputar Kawasan Danau Toba, biaya penginapan, dan fasilitas transportasi. Sehingga aplikasi My Toba Assistant dapat membantu untuk memberikan layanan transportasi, menjual produk UMKM Danau Toba, mengatur rencana liburan, memberikan layanan kuliner, dll. Untuk itu, terdapat fitur penyedia paket wisata, chat assistant, dll. Tim ini terdiri dari Ilham Kurnia Wahyudi, Febria Sahrina, dan Baju Aji Nurmansah.

9.    Tim Nauli
Toba Plan (Aplikasi Perencana Wisata dan Event Danau Toba)
Institut Teknologi Del, Laguboti, Toba Samosir

Tim ini terdiri dari lserida Quinta Nababan, Gratia Suryani Sitorus, dan Tasya Lonika Aritonang. Tim Nauli membawakan aplikasi Toba Plan, yaitu aplikasi Event Organizer untuk Toba yang menyediakan Pesta Ulang Tahun, Pernikahan Tujuan, Candle Light Dinner, dan Perjalanan yang dikombinasikan dengan budaya tradisional dari Toba. Sejauh ini, Tim Nauli menyatakan sedang mengupayakan kerjasama dengan berbagai kafe dan restoran yang ada di Kawasan Danau Toba. Sebanyak 9 kafe dan restoran telah setuju untuk kerjasama lebih lanjut terkait aplikasi Toba Plan.

 10.  Tim Stockasstic
Aplikasi Personalised Assistant bagi Investor Saham Pemula
Institut Teknologi Bandung, Bandung


Tim ini terdiri dari Albert Setiawan, Bryan Aptana Widjaja, dan Feby Eliana Tengry.
Tim ini ingin memanfaatkan pasar modal Indonesia yang potensial dan berkembang dengan pesat. Pasar modal dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Terlebih lagi, pasar modal JSE IDX telah berkembang 194% dari tahun 2006 hingga 2016. Stockasstic adalah aplikasi untuk mempermudah analisis pasar saham, belajar tentang analisis teknis, dan melakukan perdagangan saham lebih efisien. Terdapat mode dasar bagi pendatang baru yang memberikan informasi secara sederhana namun tidak kehilangan informasi asli dari pasar modal.





Udah pada tau kan apa aja yang diomongin sama para finalis TEF! Ciihhuuyy..


1 comment: