Wednesday, November 21, 2018

[PART-02] Mendapat ilmu di TOBA ENTREPRENEURSHIP FESTIVAL (TEF) 2018 (brought to you by: Institut Teknologi Del , Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) , etc. )

TOBA ENTREPRENEURSHIP FESTIVAL (TEF) 2018

THE BIGGEST ENTREPRENEURSHIP WEEKEND
IN
LAKE TOBA AREA

(brought to you by: Institut Teknologi Del , Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) , etc.  )


Pada kesempatan kali ini, blog ini akan berbagi ilmu yang diidapat dari TEF 2018. 
Let's check it out!
5.    What founders mostly failures and success during building startups (Christoper Angkasa from Clapham Collective Medan)

Akrab dipanggil Chris, Founder dari Clapham ini menyatakan bahwa SDM lokal seharusnya adalah yang paling mengerti masalah di daerahnya dan yang jika memiliki niat memecahkan masalah, berkeinginan untuk berkolaborasi, dan mau belajar teknologi, akan dapat memecahkan masalah yang ada tersebut. Chris mengapresiasi usaha dan kepedulian dari BPODT terhadap pengembangan pendidikan dan penggunaan pemanfaatan teknologi di Kawasan Danau Toba. Masalah di ekosistem wirausaha di Kawasan Danau Toba, adalah seperti pertayaan telur dan ayam. Antara apakah ekosistem harus bagus dulu baru SDM mau berbisnis dan memecahkan masalah di Kawasan Danau Toba, atau SDM lokal mau berkembang bersama-sama dalam memperbaiki dan membangun ekosistem yang ada? Chris menyatakan mulai dari startup digitalisasi logistik/rantai pasok terhadap petani hingga startup unicorn Indonesia, sebenarnya mereka adalah sekumpulan orang yang mencoba menyelesaikan masalah yang berakar dari daerah tempat tinggalnya. Mereka dulunya menjalankan bisnis tradisional yang sekarang dikelola secara digital karena skala yang sudah terlalu luas. Sebagai contoh, Chris mengangkat kisah Go-Jek yang dulunya memakai platform telepon, dan baru memakai platform internet lewat mobile apps setelah skala trafik pasokan jumlah ojek dan permintaan pelanggan sudah terlalu berat dan besar untuk ditanggapi via telepon.

6.    How to Build Entrepreneurship Mindset in Rural Area (Hendra Tjanaka, PT MAPAN)
MAPAN merupakan sekumpulan orang-orang yang ingin memberikan dampak kepada masyarakat di pedesaan yang kekurangan akses ke barang-barang berkualitas dan kekurangan opsi pembiayaan/pembayaran. Salah satunya adalah kerjasama dengan komunitas-komunitas yang ada di pedesaaan lewat arisan. Arisan adalah suatu hal tradisional yang dengan MAPAN, diberikan sedikit sentuhan teknologi sehingga mampu memberikan dampak yang lebih luas kepada peningkatan kualitas hidup masyakarat di pedesaan. 
Christoper Angkasa adalah seorang investor profesional. Dia telah berinvestasi sejak 2007. Dia aktif berinvestasi di pasar AS, Singapura, dan Indonesia. Selain berinvestasi, Christoper juga menulis tentang pasar Indonesia di flog.co.id, situs web yang ia dirikan untuk menyalurkan pemikirannya. Dia saat ini aktif berinvestasi melalui Little Lights Capital, dan Denali Mitra. Chris juga mendirikan Clapham Collective, sebuah ruang inkubator di Medan.

7.    How Technology Changing The Face of Indonesian Agriculture (Josephine Sembiring from Pak Tani Digital)

Josephnie Sembiring dan Mahendra Sitepu (sebagai Founder) memiliki ide dan tujuan yang sama, yaitu adanya marketplace onlinedigital bagi produk yang langsung dari petani ke konsumen. Ternyata salah satu masalah utama adalah harga yang tidak transparan. Hal inilah yang dicoba untuk dipecahkan oleh Pak Tani Digital (PTD). Tidak dipungkiri, Founder dan Co-Founder dari PTD memiliki akar yang dekat dengan permasalahan pertanian di Sumatera Utara. Namun, dunia digital-online tidak menutup pintu agar aplikasi mereka juga sudah terkenal dan digunakan oleh petani di berbagai tempat di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan operasional, PTD masih mengharapkan uang hadiah dari berbagai kompetisi yang diikutinya. Selain itu, lewat PT. Hagatekno Mediata Indonesia, berkerjasama dengan BPODT dan Bank Indonesia, sedang mengembangkan aplikasi Toba Smile. https://www.instagram.com/tobasmilecom

8.    Social Innovation for Smart Region (Experience from Silicon Vilstal Germany) (Helmut Ramseur)
Silicon Vistal dirancang, salah satunya, untuk menemukan kebutuhan keinginan, dan masalah-masalah yang bahkan tersembunyi yang bahkan masyarakat atau konsumen sendiri tidak mengetahuinya, kuhususnya di daerah pedesaan. Sehingga solusi yang dihasilkan sebisa mungkin tidak meimbulkan masalah lain secara menyeluruh. Terlebih lagi, permasalhan di desa sering kali berbeda dengan masalah di kota. Seorang pendiri dari Silicon Vilstal adalah Helmut Ramseur. Silicon Vilstal adalah inisiatif regional pribadi yang berkisar pada inovasi, kewirausahaan, dan kreativitas. Wilayah timur laut dari Kota Munich, oleh Vilsbiburg dan Geisenhausen, telah terhubung dengan proyek-proyek regional lainnya sebagai bagian dari inisiatif nasional yang disebut "Wilayah Digital",  yang memungkinkan ide-ide inovatif untuk terungkap dari daerah desa. Helmut Ramseur menyatakan bahwa inovasi sosial dengan bantuan teknologi digital-online adalah kunci bagi ekosistem kewirausahaan di pedesaan. Silicon Vistal, telah mengadakan kerjasama di Kawasan Danau Toba dalam hal Agro-Wisata, sebuah proyek yang baru dimulai di tahap diskusi dan seminar.

9.    Transition from Conventional Agriculture into Digital World (Pamitra Wineka, Co-Founder of Tani Hub)
Pamitra Wineka percaya bahwa Fintech (teknologi keuangan) dapat menjadi game changer yang membawa perubahan di sekotr agrikultur. Agrikultur menjadi sasaran Fintech karena pada tahun 2016 menurut BPS, Kementrian Pertanian, dan Kementrian Kelautan dan Perikanan,  13,45% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berasal dari agrikultur dan perikanan. Porsi kedua terbesar setelah 20,51% dari manufaktur. Namun kondisi petani di Indonesia masih butuh banyak dukungan. Tani Hub hadir untuk membantu petani, nelayan, dan peternak, agar hasil panennya lebih mudah dibeli oleh retail, industry, hotel, restoran, catering, dan ekportir. Sehingga, dengan teknologi digital-online ini, tidak ada lagi perantara atau tengkulak. Selain itu juga ada Tani Fund yang dapat membantu kampanye crowdfunding dan KUR. Dengan begitu, Tani Hub dan Tani Fund memperkuat ekosistem bersama-sama dengan pihak bank yang biasanya memberikan pinjaman dana dan asuransi.

No comments:

Post a Comment