TOBA ENTREPRENEURSHIP FESTIVAL (TEF) 2018
THE BIGGEST ENTREPRENEURSHIP WEEKEND
IN
LAKE TOBA AREA
Pada kesempatan kali ini, blog ini akan berbagi ilmu yang diidapat dari TEF 2018.
Let's check it out!
5.
What
founders mostly failures and success during building startups (Christoper
Angkasa from Clapham Collective Medan)
Akrab
dipanggil Chris, Founder dari Clapham ini menyatakan bahwa SDM lokal seharusnya
adalah yang paling mengerti masalah di daerahnya dan yang jika memiliki niat
memecahkan masalah, berkeinginan untuk berkolaborasi, dan mau belajar
teknologi, akan dapat memecahkan masalah yang ada tersebut. Chris mengapresiasi
usaha dan kepedulian dari BPODT terhadap pengembangan pendidikan dan penggunaan
pemanfaatan teknologi di Kawasan Danau Toba. Masalah di ekosistem wirausaha di
Kawasan Danau Toba, adalah seperti pertayaan telur dan ayam. Antara apakah
ekosistem harus bagus dulu baru SDM mau berbisnis dan memecahkan masalah di
Kawasan Danau Toba, atau SDM lokal mau berkembang bersama-sama dalam memperbaiki
dan membangun ekosistem yang ada? Chris menyatakan mulai dari startup
digitalisasi logistik/rantai pasok terhadap petani hingga startup unicorn
Indonesia, sebenarnya mereka adalah sekumpulan orang yang mencoba menyelesaikan
masalah yang berakar dari daerah tempat tinggalnya. Mereka dulunya menjalankan
bisnis tradisional yang sekarang dikelola secara digital karena skala yang
sudah terlalu luas. Sebagai contoh, Chris mengangkat kisah Go-Jek yang dulunya
memakai platform telepon, dan baru memakai platform internet lewat mobile apps
setelah skala trafik pasokan jumlah ojek dan permintaan pelanggan sudah terlalu
berat dan besar untuk ditanggapi via telepon.
6.
How
to Build Entrepreneurship Mindset in Rural Area (Hendra Tjanaka, PT MAPAN)
MAPAN
merupakan sekumpulan orang-orang yang ingin memberikan dampak kepada masyarakat
di pedesaan yang kekurangan akses ke barang-barang berkualitas dan kekurangan
opsi pembiayaan/pembayaran. Salah satunya adalah kerjasama dengan
komunitas-komunitas yang ada di pedesaaan lewat arisan. Arisan adalah suatu hal
tradisional yang dengan MAPAN, diberikan sedikit sentuhan teknologi sehingga
mampu memberikan dampak yang lebih luas kepada peningkatan kualitas hidup
masyakarat di pedesaan.
Christoper Angkasa adalah seorang investor profesional. Dia telah
berinvestasi sejak 2007. Dia aktif berinvestasi di pasar AS, Singapura,
dan Indonesia. Selain berinvestasi, Christoper juga menulis tentang
pasar Indonesia di flog.co.id, situs web yang ia dirikan untuk
menyalurkan pemikirannya. Dia saat ini aktif berinvestasi melalui Little
Lights Capital, dan Denali Mitra. Chris juga mendirikan Clapham
Collective, sebuah ruang inkubator di Medan.
7.
How
Technology Changing The Face of Indonesian Agriculture (Josephine Sembiring
from Pak Tani Digital)
Josephnie
Sembiring dan Mahendra Sitepu (sebagai Founder) memiliki ide dan tujuan yang
sama, yaitu adanya marketplace onlinedigital bagi produk yang langsung dari
petani ke konsumen. Ternyata salah satu masalah utama adalah harga yang tidak
transparan. Hal inilah yang dicoba untuk dipecahkan oleh Pak Tani Digital
(PTD). Tidak dipungkiri, Founder dan Co-Founder dari PTD memiliki akar yang
dekat dengan permasalahan pertanian di Sumatera Utara. Namun, dunia
digital-online tidak menutup pintu agar aplikasi mereka juga sudah terkenal dan
digunakan oleh petani di berbagai tempat di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan
operasional, PTD masih mengharapkan uang hadiah dari berbagai kompetisi yang
diikutinya. Selain itu, lewat PT. Hagatekno
Mediata Indonesia, berkerjasama dengan BPODT dan Bank Indonesia, sedang
mengembangkan aplikasi Toba Smile. https://www.instagram.com/tobasmilecom
Buka https://play.google.com/store/apps/details?id=com.hagatekno.tobasmile , download, dan instal https://play.google.com/store/apps/details?id=com.hagatekno.tobasmile .
8.
Social
Innovation for Smart Region (Experience from Silicon Vilstal Germany) (Helmut
Ramseur)
Silicon
Vistal dirancang, salah satunya, untuk menemukan kebutuhan keinginan, dan
masalah-masalah yang bahkan tersembunyi yang bahkan masyarakat atau konsumen
sendiri tidak mengetahuinya, kuhususnya di daerah pedesaan. Sehingga solusi
yang dihasilkan sebisa mungkin tidak meimbulkan masalah lain secara menyeluruh.
Terlebih lagi, permasalhan di desa sering kali berbeda dengan masalah di kota. Seorang
pendiri dari Silicon
Vilstal adalah Helmut
Ramseur. Silicon Vilstal adalah inisiatif regional pribadi yang berkisar pada
inovasi, kewirausahaan, dan kreativitas. Wilayah timur laut dari Kota Munich, oleh
Vilsbiburg dan Geisenhausen, telah
terhubung dengan proyek-proyek regional lainnya sebagai bagian dari
inisiatif nasional yang disebut "Wilayah Digital", yang memungkinkan ide-ide inovatif untuk
terungkap dari daerah
desa. Helmut Ramseur menyatakan bahwa inovasi sosial dengan bantuan teknologi
digital-online adalah kunci bagi ekosistem kewirausahaan di pedesaan. Silicon
Vistal, telah mengadakan kerjasama di Kawasan Danau Toba dalam hal Agro-Wisata,
sebuah proyek yang baru dimulai di tahap diskusi dan seminar.
9.
Transition
from Conventional Agriculture into Digital World (Pamitra Wineka, Co-Founder of Tani Hub)
Pamitra Wineka
percaya bahwa Fintech (teknologi keuangan) dapat menjadi game changer yang membawa perubahan di sekotr agrikultur.
Agrikultur menjadi sasaran Fintech karena pada tahun 2016 menurut BPS,
Kementrian Pertanian, dan Kementrian Kelautan dan Perikanan, 13,45% dari Produk Domestik Bruto (PDB)
Indonesia berasal dari agrikultur dan perikanan. Porsi kedua terbesar setelah
20,51% dari manufaktur. Namun kondisi petani di Indonesia masih butuh banyak
dukungan. Tani Hub hadir untuk membantu petani, nelayan, dan peternak, agar
hasil panennya lebih mudah dibeli oleh retail, industry, hotel, restoran,
catering, dan ekportir. Sehingga, dengan teknologi digital-online ini, tidak
ada lagi perantara atau tengkulak. Selain itu juga ada Tani Fund yang dapat
membantu kampanye crowdfunding dan KUR.
Dengan begitu, Tani Hub dan Tani Fund memperkuat ekosistem bersama-sama dengan
pihak bank yang biasanya memberikan pinjaman dana dan asuransi.


No comments:
Post a Comment